Friday, 15 May 2015

Dasar-dasar Perilaku Individu dalam Organisasi
PIO sebagai ilmu yang mempelajari mengenai perilaku manusia di tempat kerja. Di mana perilaku ini dipegaruhi oleh proses mental. 
Inteligensi merupakan salah satu karakteristik yg dibawa orang ketika bergabung ke dalam organisasi.
Seperti yang dikemukakan oleh Robbins (2003), penting dalam hal ini untuk dibahas mengenai bagaimana karakteistik biografikal (gender & usia), kemampuan (inteligensi), dan pembelajaran. Di mana perilaku individu tersebut akan mempengaruhi kepuasan dan kinerja karyawan.
Karakteristik Biografis Individu merupakan karakteristik pribadi yang objektif dan mudah diperoleh dari catatan pribadi. Misalnya: usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan masa kerja.
1. Usia
Kaitan antara usia dan kinerja menjadi isu yang penting di tempat kerja dalam dasawarsa belakangan ini.
Apa yang terlintas pada benak kita ketika kita mendengar kaitan antara usia dan kinerja seseorang?
Ø  Turnover: Semakin bertambah usia seseorang, maka kecenderungan turn overnya semakin kecil. Misal: semakin sedikit kesempatan, mendapatkan upah tunjangan yg sudah tinggi, dll
Ø  Absensi: terdapat dua kemungkinan, yaitu: semakin bertambahnya usia semakin kecil tingkat absensinya. Namun ada juga, semakin bertambah usia terdapat absen-absen yang tidak dapat dihindarkan. Misal: lebih bijaksana, karena faktor kesehatan.
Ø  Produktivitas: untuk pekerjaan fisik, semakin bertambah usia semakin menurun produktivitasnya. Sedangkan penelitian lain: ada yang tidak berhubungan atau justru semakin meningkat karena bertambahnya pengalaman dan kematangan.
Ø  Kepuasan Kerja: semakin tua semakin merasakan kepuasan kerja, sedang untuk karyawan profesional semakin tua juga semakin puas (usia 60 th). Hal ini berbeda dengan karyawan non-profesional, kepuasan kerja menurun pada masa tengah baya dan naik lagi pada masa-masa berikutnya.

2. Jenis Kelamin
      Menurut hasil beberapa penelitian:
Ø  Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam hal kemampuan pemecahan masalah, ketrampilan analitis, dorongan kompetitif, motivasi, sosialisasi, produktivitas & kemampuan belajar
Ø  Wanita lebih mematuhi otoritas, sedangkan pria lebih agresif dan besar harapannya untuk sukses
Ø  Tingkat absensi wanita lebih tinggi dibandingkan pria

3. Status Perkawinan
karyawan yang telah menikah lebih rendah tingkat absensinya. Rendah kecenderungan turnovernya dan lebih tinggi kepuasan kerjanya.
  1. Masa kerja
            Semakin senior karyawan berkarir di perusahaan, tingkat absensi dan kecenderungan turnovernya semakin rendah dan semakin tinggi kepuasan kerjanya.
Karakteristik Individu-Organisasi
            Setiap individu memiliki keunikan dalam beberapa hal yang menyangkut perilaku, psikologis dan emosional. Hal tersebut merupakan atribut personal yang membedakan individu dengan yang lainnya. Kategori utama yang membedakan adalah:
•       Kualitas fisik & Intelektual
•       Kepribadian
•       Sikap, 
Kualitas Fisik & Intelektual
Ø  Perbedaan fisik antar pribadi lebih mudah diamati, sedangkan perbedaan intelektual relatif lebih susah.
Ø  Kemampuan fisik merupakan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan karakteristik-karakteristik seperti itu.
Ø  Perbedaan kemampuan, dan ketrampilan individual  dapat dikategorikan sebagai faktor fisik atau intelektual (atau keduanya) tergantung pada individu dan tugas yang dilakukan.
Ø  Kemampuan merupakan kapasitas individu untuk berpenampilan baik dalam kegiatan seperti tugas fisik, mental atau interpersonal.  Kemampuan umum dpt diterapkan pada semua pekerjaan. Sedangkan kemampuan khusus pada bidang-bidang tertentu saja.
Ø  Ketrampilan merupakan keahlian tugas khusus dibandingkan dengan kemampuan. Misalnya: kemampuan numerik berkaitan dengan pengolahan data dengan SPSS
Ø  Kedua kemampuan fisik dan intelektual tersebut berinteraksi dengan kemampuan sosial untuk menjelaskan kemampuan individual dalam bekerja.
Kepribadian
Kepribadian  merupakan seperangkat atribut psikologis yang relatif tetap yang membedakan antar pribadi.
Kepribadian ini berpengaruh pada perilaku individu dalam suatu organisasi.
Bagaimana Kepribadian Dibentuk?
Kepribadian seorang pekerja dibentuk jauh sebelum mereka bekerja di perusahaan.
Formasi kepribadian dibentuk mulai sejak individu lahir dan berlanjut sampai dewasa.
Karakteristik hereditas (seperti bentuk dan tinggi tubuh), sosial (misalnya keluarga dan teman), dan konteks sosial (seperti agama dan nilai-nilai masyarakat) di mana seseorang berkembang saling berinteraksi membentuk kepribadian dasar.
Atribut kepribadian utama yang mempengaruhi perilaku manusia di tempat kerja, adalah:
  1. Locus of Control
Sejauh mana seorang individu percaya perilakunya memiliki pengaruh langsung terhadap nasib mereka sendiri.
Ø  locus of control external
Ø  Locus of control internal
  1. Self Efficacy
keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk melakukan suatu tugas.
  1. Machiavellianism
            Suatu atribut kepribadian yang muncul dalam perilaku yg berhubungan dg penguasaan & pengendalian thd perilaku orang lain. Ciri-cirinya: cenderung rasional, tidak emosional, bersedia berbohong demi kepentingan pribadi, loyalitas rendah, tidak tulus, dan suka memanipulasi orang lain.
  1. Self Esteem
            Sejauh mana seorang percaya akan keberadaannya berguna bagi orang lain dan berhak dapat penghargaan.
  1. Risk Taking
            Tingkat di mana seseorang individu bersedia mengambil kesempatan (walaupun itu beresiko) dan membuat keputusan.
  1. Authirianism
            Sejauh mana seorang individu percaya akan perbedaan kekuasaan status diperlukan dalam sistem hirarki sosial spt di organisasi.
  1. Dogmatism
            Melukiskan kekakuan akan keyakinan seseorang dan keterbukaan thd pandangan orang lain.
Sikap  adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.
Bagaimana Sikap Dibentuk?
Sikap seseorang di tempat kerja terbentuk dari interaksi sosial baik di dalam maupun di luar tempat kerja.
 Dalam interaksi tersebut, individu membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. 
Faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi, media masa, kebudayaan, institusi pendidikan atau agama, orang lain yang dianggap penting, dan faktor emosi dalam diri.


Apakah Sikap Berubah???
Sikap bukanlah atribut kepribadian yang tidak dapat berubah. Beberapa hal yang mempengaruhi adanya perubahan sikap adalah:
  1. Adanya informasi baru
  2. Hasil dari perubahan objek sikap
  3. Objek sikap menjadi kurang penting atau kurang relevan
  4. Sebagai cara mengurangi cognitive dissonance (pengalaman kecemasan)
Pembelajaran
Pembelajaran adalah setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman.
Terdapat 3 komponen penting dalam definisi di atas.
Ø   Belajar melibatkan perubahan (bisa bersifat positif/ negatif)
Ø  Perubahan harus relatif permanen
Ø  Terkait dengan perilaku (berubah proses berfikir/ sikap Ã  perilakunya)
Teori Pembelajaran
Telah dikemukakan tiga teori pembelajaran dalam menjelaskan proses terbentuknya pola-pola perilaku, yaitu:
  1. Pengkondisian Klasik
Dilakukan oleh Pavlov pada seekor anjing yang diberikan stimulus daging (rangsang tidak terkondisi) dan bel (buatan/ terkondisi)à mengeluarkan air liur. Selanjutnya, hanya dg bel saja air liur di sekresikan.
contoh: dalam perusahaan, setiap kali manajemen puncak melakukan sidak maka ruangan selalu dibersihkan dahulu selama bertahun2 Ã  maka pekerja akan maksimal kinerjanya.
2.         Pengkondisian Operan
Orang berlajar untuk berperilaku untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan atau menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Misalnya: apabila mahasiswa ingin nilai yang baik/ sempurna, maka harus mempersiapkannya/ belajar dengan baik.
Di dalam perusahaan, jika pekerja mau melakukan lembur selama tiga mgu berturut2 maka akan diberikan reward/ penghargaan setelahnya.
3. Pembelajaran Sosial
Ø  Orang dapat belajar lewat pengamatan dan pengalaman langsung. Banyak kita pelajari baik dariorang tua, guru, teman sekerja, pelaku di bioskop/ televisi, atasan, dll.
Ø  Pengaruh model merupakan titik pandang sentral bagi pembelajaran-sosial.
Ø  Terdapat empat proses dalam menentukan pengaruh suatu model  pada seorang individu, yaitu:
  1. Proses Perhatian (atentional proccess)
            menaruh perhatian pada perwajahan. Kita cenderung sangat dipengaruhi oleh model2 yg menarik, diulang2, penting bagi kita, atau serupa dengan kita dalam perkiraan. Misal: artis kesukaan, bos yang menginspirasi/ karismatik.
  1. Proses Penahanan (retention proccess)
            pengaruh model terhadap tindakannya yg baik semasa hidupnya. Misal: tokoh kenegaraan (Nelson Mandel, Mahatma Gandhi        
c. `       Proses Reproduksi Motor (motor reproduction proccess)
            setelah individu melihat suatu perilaku kemudian dirubah ke dalam perilakunya sendiri. Misal: Korean wave, tidak terlambat lagi karena atasan tidak pernah telat.
d.         Proses Penguatan (reinforcement proccess)
Diberikan motivasi terhadap perilaku yang diinginkan sudah dilakukan. Misal memberikan pujian, penghargaan, dll
Metode-metode Pembentukan Perilaku
Terdapat empat cara dalam membentuk perilaku, yaitu melalui:
  1. Penguatan Positif
            Apabila suatu rspon diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan. Misalkan: pujian atasan atas terselesaikannya pekerjaan.
  1. Penguatan Negatif
            Bila suatu respon diikuti oleh dihentikannya atau ditariknya suatu yang tidak menyenangkan. Misal: saat dosen bertanya dan tidak tahu, mhsw biasa menundukkan kepala sibuk dg bukunya.
  1. Penghukuman (punishment)
            Mengakibatkan suatu kondisi yang tidak enak guna menyingkirkan suatu perilaku yang tidak diinginkan.
            Misal: menskor pekerja selama dua hari tanpa upah karena kedapatan masuk kerja dalam keadaan mabuk.
  1. Pemunahan (extinction)
            menyingkirkan apa saja yang mempertahankan suatu perilaku.  Prilaku akan hilang jika tidak dikuatkan.
            Misal:  dosen tidak menggubris mhsw yg bertanya Ã  akhirnya mhsw segan & tidak akan bertanya lg.
Tipe-tipe Perilaku di Tempat Kerja
Perilaku di tempat kerja merupakan suatu pola tindakan oleh anggota sudatu organisasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi efektivitas organisasi.
  1. Performance Behavior Ã  perilaku yg diharapkan oleh organisasi
  2. Withdrawl Behavior
            ex: absentism, turnover
3.         Organizational Citizenship Ã  berkontribusi positif pada organisasi.


Titik awal perkembangan psikologi sebagai suatu ilmu ditandai dengan didirikannya laboratorium psikologi pertama di University of Leipzing, Jerman dengan percobaan Wundt Illusion, 1879.
Fungsi Psikologi sebagai Ilmu
•          Predict
            mampu meramalkan apa, bagaimana dan mengapa tingkah laku/ kejadian itu terjadi. Misal: terjadi konflik dalm kelompok à kinerja menurun.           
•          Control
.           Mampi mengendalikan tingkah laku/ kejadian sesuai dengan yang diharapkan. Misal: kinerja menurun diberikan pelatihan karyawan.
•          Explain
            mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku/ kejadian terjadi. Misal: banyak terjadi pekerja yang absen di perusahaan.
Psikologi Industri & Organisasi
•       Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan cabang dari psikologi umum dan lebih dikenal sebagai psikologi khusus.
•       PIO merupakan ilmu yang mempellajari perilaku manusia yang berkaitan dengan:
Ø  Interaksi manusia dengan lingkungan kerjanya (penerangan, suhu udara, kebisingan, dll)
Ø  Aktivitas-aktivitas industri & organisasi
Ø  Proses produksi
Ø  Dan berkaitan erat dengan efisiensi dan produktivitas kerja

Pengertian PIO dari beberapa Ahli :
•       PIO merupakan penerapan prinsip-prinsip (misal: prinsip motivasi) dan metode-metode psikologi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan perilaku manusia di tempat kerjanya (Berry & Houston, 1993) .
•       PIO merupakan aplikasi, baik yang diperoleh dari teori dan penelitian yang mempelajari masalah-masalah manusia di dalam organisasi, dan hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan sumber daya manusia di organisasi (Miner, 1992) .
Munandar (2012) menyampaikan bahwa PIO adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia:
Ø  Dalam pernannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen. Misal: sejauh mana pekerja cocok dg pekerjaannya, bagaimana konsumen mengetahui akan produk tertentu.
Ø  Baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya.

Major Field
Psikologi Industri/Personel
Job analisis, rekrutmen, seleksi pegawai, penentuan level gaji, pelatihan pekerja, dan evaluasi kinerja
Psikologi Organisasi
Isu kepemimpinan, kepuasan kerja, motivasi, komunikasi organisasi, manajemen konflik, perubahan organisasi, dan proses kelompok dalam organisasi
Psikologi Faktor Manusia
Design tempat kerja, interaksi mesin-manusia, ergonimis, dan stres kerja.
Tokoh-tokoh Pelopor PIO...
Walter Dill Scott
Ø  Tahun 1901 mengatakan tentang kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan
Ø  Menerbitkan buku The Theory of  Advertising (1903)
James McKeen Scout
Ø  Orang pertama yang menggunakan alat tes untuk seleksi, bertujuan untuk mengukur perbedaan kapasitas intelektual individu
Hugo Mustenberg
Ø  Mengeluarkan buku Psychology of Industrial Efficiency tahun 1913
Ø  Mengemukakan bahwa efisiensi diperoleh dari tiga hal:
•       Metode seleksi karyawan
•       Metode pelatihan
•       Strategi design kerja & tata letak
Fredrick Winslow Taylor
Ø  Menekankan study analisis waktu dan gerakan
Ø  Menciptakan berbagai alat mekanik disesuaikan dengan struktur faal badan kita
Ø  Mulai adanya kerjasama antara sarjana teknik dg sarjana psikologi eksperimen terkait dg kesesuaian pada lingkungan kerja fisik dan psikis dari manusia
Ø  Misal: menciptakan mesin dan peralatan perang, menentukan di mana knop & kendali diletakkan, tombol knop pd pesawat telpon.

Peran PIO
  1. Sisi Konsumen (pengguna barang & jasa)
            Berperan dalam memasarkan/ mempromosikan barang atau jasa hasil produksi kepada pembeli. Misal: Iklan kosmetik, iklan layanan masyarakat.
  1. Sisi Kesejahteraan pekerja
Memberikan suatu formula agar suatu pekerjaan tidak terlalu menekan. Misal: target kerja yg objektif, kompensasi yg adil.    
  1. Sisi Produsen (penghasil barang & Jasa)
            Memproduksi barang dan jasa itu bisa lebih produktif dan efisien serta murah.
            Oleh karena itu PIO mempelajari mengenai:
Ø  Efisien, efektif, dan produktif dalam pelaksanaan kerja perusahaan (biaya minim untung besar)
Ø  Setting lingkungan kerja yang kondusif, baik fisik maupun psikis
Ø  Rekrutmen, seleksi, dan penempatan calon karyawan yang tepat
Ø  Pemberian kesejahteraan karyawan yang seimbang dengan kinerja
  1. Sisi Organisasi
            PIO berusaha memberikan langkah-langkah untuk memecahkan masalah terkait dengan konflik/ masalah. Misal: dilakukan FGD, Outbond
  1. Sisi Keahlian Manajemen
            PIO mampu memberikan solusi yang efisien dan efektif dalam merencanakan dan mengelola sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran organisasi.
            misal: proses rekrutmen yang tepat, dg menetapkan job des dan job spek.
Spesialisasi PIO
Dewasa ini PIO semakin berkembang dengan pesat sehingga dibuatlah spesialisasi khusus, antara lain:
  1. Psikologi Personalia
Mempelajari mengenai pengelolaan tenaga kerja mulai dari perencanaan, penerimaan, penempatan, pengembangan, pemeliharaan sampai keluarnya karyawan dari perusahaan
  1. Perilaku Organisasi
Mempelajari perilaku manusia dalam organisasi, baik secara individual, kelompok maupun secara organisasi untuk meningkatkan performasi kerja          
  1. Psikologi Konsumen:
mempelajari dinamika perilaku pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian, penelitian konsumen dan strategi dalam menarik minat konsumen/ pemasaran serta perlindungan hak-hak konsumen
  1. Analisis Jabatan
            mempelajari setiap jenis pekerjan, misal kedudukan dalam organisasi, proses kerja, peralatan dan persyaratan kerja. Tujuan utamanya adalah menyusun deskripsi dan spesifikasi jabatan.
  1. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
            mempelajari mengenai masalah-masalah kesehatan di lingkungan kerja, seperti drug abuse, kesehatan mental, stres kerja, kecelakaan kerja dan pencegahannya. Misal SOP (standart operating prosedure)
  1. Ergonomi (Human Factors engineering & Design)
            mempelajari mengenai interaksi manusia dan mesin di tempat kerja, seperti desin peralatan dan lingkungan kerja, adar tercipta keamanan dan kenyamanan bekerja.
  1. Psikologi Sumber Daya Manusia (SDM)
            mempelajari proses pengembangan SDM secara individual, kelompok maupun dalam konteks organisasi, misal: Pengadaan tenaga kerja, penghargaan, pengembangan tim, dll.
Peluang Karir di PIO
Ø  Peran: sebagai peneliti, konsultan, pelatih/ trainer
Ø  Lokasi:lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, konsultan perusahaan, konsultan pemerintahan, pengembangan organisasi, dll.
Ø  Bidang kerja
  • Rekrutmen: Perencanaan, seleksi dan penempatan
  • Pelatihan dan pengembangan : training motivasional, kepemimpinan, manajemen (seperti: team work, problem solving, TQM, group dynamic, decision making, group therapy, managing of conflict, feed back, dan pembinaan
  • Job establishment: job analysis, job evaluation, grading, carrier path/ planning
  • Organization methods: visi, misi, teori organisasi, deskripsi posisi
  • Riset: mengenai motivasi, job satisfaction, disiplin, produktivitas, corporate culture, dll.
  • Masalah-masalah individual
  • Ergonomic/ Human Factor Engineering
  • Riset pasar
  • Hubungan industrial
  • Public relation

Nama            : Septian Hardiansah
NIM              :14081064
Kelas             :21 B
Prodi             :Psikologi

1.       Contoh list Jobdes dan Jobspeck Guru Bimbingan Konseling

Dibutuhkan segera Guru BK dengan spesifikasi sebagai berikut :
a.       Usia                                   : maksimal 35 tahun
b.      Jenis kelamin                      : laki-laki
c.       Pendidikan                         : minimal S1 jurusan Bimbingan Konseling atau Psikologi dengan IPK minimal 3,00 (Lulusan Perguruan Tinggi Negeri) atau 3,25 (Lulusan Perguruan Tinggi Swasta)
d.      Pengalamankerja             : telah bekerja di instansi Pendidikan dan mengampu di bidang Bimbingan Konseling setidaknya 2 tahun (dibuktikan dengan surat pengalaman kerja/paklaring) serta tidak terikat oleh Instansilainnya (per 1 Juni 2015)
e.      Keahliankhusus                               
Teknis                                   : mampu berkomunikasi secara baik, mampu mengoperasikan computer, mampu menyusun program assessment secarabaik,
Manajerial                          : leadership people management
f.        Karakteristik                       : supel,komunikatif, creative,berwawasanluas, tegas.
Adapun Job Description Guru BK adalahsebagaiberikut :
a.       Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
b.      Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi anak didik tentang kesulitan belajar,
c.       memberikan layanan dan bimbingan kepada anak didik agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar,
d.      memberikan saran dan pertimbangan kepada anak didik dalam memperoleh gambaran tentang lenjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai,
e.      mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling,
f.        menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling,
g.       melaksanakan kegiatanan alisishasil evaluasi belajar,
h.      menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling,
i.         menyusun laporan pelaksanan bimbingan dan konseling.kegiatan

2. Bisa ditemukan calon tenaga kerja tersebutdiatas di :
a.    Instansi/lembaga pendidikan
b.   Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta
c.    Lembaga bimbingan belajar
d.   Job Fair,
e.   Website resmi Departement Ketenega kerjaan,
f.     dll
3. Alat tes yang diperlukan dalam seleksi :
  1. Tes Administrasi (melengkapi berkas-berkas yang dipersyaratkan)
  1. Tes Pengetahuan (test kemampuandasarumum (TKDU) dan test potensiakademik (TPA)
  1. Tes Psikologi
  2. TesWawancara
  3. TesKesehatan (medical check up)
4. Yang perlu diketahui dalam proses wawancara terkait dengan pekerjaan tersebut antara lain :
a.       Keahlian (skill)
Keahlian seorang tersebut dibidang bimbingan dan konseling, kemampuan dan keterampilan dibidang assessment, keterampilan menyelesaikan masalah kesiswaan,dll
b.      Pengalaman
Pengalaman seseorang tersebut dibidang bimbingan dan konseling, pengalaman ketika menangani suatu masalah kesiswaan,dll
c.       Kesehariandan background pelamarkerja
d.      Keikut sertaan organisasi atau perkumpulan social lainnya,
e.      Pencapaian atau prestasi dibidang tersebut,
f.     Gambaran kecil program kerja yang akan dilaksanakan (oleh pelamar kerja,bisa sedikit diceritakan visi dan misi kedepan),
g.     Gambaran riil tugas/pekerjaan/tanggungjawab/wewenang dibidang Bimbingan Konseling yang akan ditempati.




LAPORAN
OBSERVASI PASAR TRADISIONAL DEMANGAN GEJAYAN

 


Disusun Oleh :
Septian Hardiansah (14081064)
         

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
2014







LAPORAN HASIL OBSERVASI PASAR TRADISIONAL
Nama Oservasi            : Observasi Pasar Tradisional
Nama Kelompok         : Septian Hardiansah  (14081064)
                                      Wisnu Haryo Pramudito (14081162)         
Tanggal Observasi       : 16 Dessember 2014
Tempat pecobaan        : Pasar Tradisional Demangan Jln.Gejayan No 28 Demangan Sleman

A.Tujuan Observasi
Tujuan observasi ini adalah :
a.      mengetahui perilaku masyarakat terhadap pasar tradisional
b.      mengetahui harga cabai di peredaran pasar tradisional
c.       mengetahui respon pembeli terhadap harga cabai saat ini


B. Dasar Teori
Observasi merupakan Observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Observasi berasal dari bahasa latin yang berarti memperhatikan dan mengikuti. Memperhatikan dan mengikuti dalam arti mengamati dengan teliti dan sistematis sasaran perilaku yang dituju (Banister, et al, 1994). Cartwright & Crtwright mendefinisikan sebagai suatu proses melihat, mengamati, dan mencermati serta “merekam” perilaku secara sistematis untuk suatu tujuan tertentu. Observasi ialah suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan suatu kesimpulan atau diagnosis. Adapun kelebihan metode observasi (Herdiansyah, 2009) adalah sebagai berikut :

a. Data yang dikumpulkan melalui observai cenderung mempunyai keandalan yang tinggi karena biasanya peneliti sendiri yang mengamati secara seksama setiap detail perilaku yang batasan perilaku yang diobservasi sudah ditentukan sebelumnya.

b. Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan oleh subjek hingga kepada hal yang detail.

c. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dengan lebih detail, misalnya tata letak ruangan peralatan, penerangan, gangguan suara, dan lain-lain.
Dalam penelitian ini, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipan. Observasi parisipan dengan berpartisipasi secara lengkap maksudnya adalah peneliti menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamati, sehingga ia mengetahui dan menghayati secara utuh dan mendalam sebagaimana yang dialami subyek yang diteliti lainnya. Dalam hal ini peneliti berperilaku layaknya pengunjung Gunung Kawi.


C.Jalannya  Observasi
Setelah menempuh perjalanan dari kampus 2 Universitas Mercu Buana Yogyakarta sampai pada pasar Demangan kurang lebih berjarak 2 km selama 7 menit, kami langsung menuju tujuan awal kami ke penjual cabai ( Ibu Wagiyem ). Setelah meminta ijin untuk membantu berdagang beliau untuk siang itu, kami langsung terjun membantu memisahkan tangkai cabai dari cabai itu sendiri.Ibu Wagiyemm menyambut kami dengan ramah. Kami sendiri pun membantu menimbang cabai, memilah-milah cabai, membersihkan tempat dagangan, serta melayani pelanggan yang akan membelicabai di tempatnya Ibu Wagiyem.

D. Data Observasi
Setelah selesai melakukan observasi, kami menyusun data sebagai berikut :
a.      Ibu Wagiyem dan pedagang lainnya mulai berjualan dipasar Demangan dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB
b.      bahan stok cabai di stor dari petani dari Kolonprogo dan Magelang,
c.       harga cabai untuk saat itu berkisar antara Rp.60.000,00-Rp.80.000,00/kg , sementara harga cabai biasanya berkisar antara Rp.40.00,00-Rp.50.000,00/kg ,
d.      Ibu Wagiyem menggambil keuntungan berkisar Rp.1.500,00-Rp.3000,00/kg
e.       harga cabai yang mahal tersebut dikarenakan musim hujan dan petani gagal panen,
f.        pembeli mengeluhkan harga cabai saat itu yang sangat mahal,
g.      ada sebagian pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli cabai saat itu, membeli lebih sedikit dari hari-hari biasanya, dan ada pula yang tetap membeli meskipun harga cabai sangat mahal karena didesak oleh kebutuhan akan cabai setiap harinya.

D.Kesimpulan
Harga cabai akan mahal dimusim penghujan karena gagal panen, sebaliknya harga cabai akan murah ketika musim kemarau karena persediaan akan stok cabai banyak.

Yogyakarta,30 Desember 2014
                                                                       
      Praktikan,





DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat . 2009 . Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka cipta




                                                                                                              
Powered by Blogger.

Apakah ilmu yang ada di blog ini bermanfaat ?

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget