Monday, 26 October 2015

Apakah dalam situasi tertentu seseorang akan melakukan agresi atau tidak ditentukan 3 variabel: a. Intensitas amarah seseorang. b. Kecenderungan untuk mengekspresikan rasa marah. c. Kekerasan yang dilakukan karena alasan lain yang bersifat instru-mental. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi perilaku agresif: a. Frustasi dapat dikurangi. b. Orang dapat belajar...
Orang tidak selalu berperilaku agresif bila marah, meskipun biasanya mereka merasa terdorong untuk melakukannya. Mungkin juga orang bertindak agresif tanpa marah. Oleh sebab itu faktor-faktor yang mengendalikan perilaku agresif sama pentingnya dengan faktor-faktor yang membangkitkan rasa marah/amarah. Mekanisme utama yang menentukan perilaku agresif manusia adalah proses...
Salah satu sumber rasa amarah yang paling umum adalah serangan atau gangguan yang dilakukan orang lain. Misalnya kita tiba-tiba dipukul tanpa sebab yang jelas, diserang dengan caci maki, dan sebagainya. Artinya orang lain melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Tergantung pada bagaimana pandangan orang yang dirugikan apakah is diganggu atau diserang.  Pada umumnya...
Terdapat tiga perbedaan penting dalam pengertian agresi. Pertama, definisi agresi sebagai perilaku melukai atau mempertimbangkan apakah orang tersebut bermaksud melukai. Definisi yang paling sederhana yang menggunakan pendekatan belajar atau pendekatan perilaku (behaviouristik) adalah bahwa agresi merupakan perilaku melukai orang lain. Keuntungan definisi ini adalah bahwa...
Salah satu nilai yang sangat penting dari teori belajar adalah penekanan pada tingkah laku yang dapat diamati dan stimulus lingkungan. Para ahli teori psi-kodinamik memusatkan perhatian pada variabel-variabel internal yang mung-kin tidak dapat diteliti secara ilmiah, seperti struktur-struktur psikis dan konflik-konflik tak sadar. Para ahli teori belajar menekankan signifikansi...
Para ahli teori belajar memusatkan perhatian pada peran dan belajar dalam menjelaskan tingkah laku normal dan abnormal. Seperti telah dikemukakan sebelumnya mereka pada umumnya berpendapat bahwa pola-pola tingkah laku abnormal dipelajari menurut prinsip-prinsip yang sama, seperti pengondisian dan belajar dengan cara mengamati (observational learning) yang menentukan tingkah...
Perlu diperhatikan bahwa pengondisian klasik dan pengondisian operan dapat bergabung sehingga bersama-sama menghasilkan tingkah laku abnormal. Pengondisian klasik dapat menjadi dasar bagi ketakutan-ketakutan yang tidak tepat, sedangkan pengondisian operan dapat menjadi dasar bagi tingkah laku-tingkah laku yang digunakan untuk mereduksikan ketakutan-ketakutan. Pengon-disian...
Powered by Blogger.

Apakah ilmu yang ada di blog ini bermanfaat ?

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget