Thursday 30 April 2015

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 1
(  Skema Psikhe dari Carl Gustav Jung )


Psikhe terdiri dari sejumlah system yang berbeda namun saling berinteraksi. Terdapat 2 hal penting dalam membicarakan psikhe :
A.    Macam-macam system yang terdiri dari :
1.Kesadaran yang berisi ego.
Ego adalah dimana kita dalam keadaan sadar, atau hidup dialam kesadaran.Ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi-persepsi, ingatan-ingatan, dan perasaan-perasaan sadar.Kesadaran berpusat pada berfikir, merasa, mengingat, dan mencerap.Ia bertanggung jawab memastikan semua fungsi kita dalam hidup sehari-hari terlaksana. Ego juga bertanggung jawab bagi rasa identitas dan rasa berkelanjutan kita tepat pada waktunya.Ego melahirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang.
2.Ketidaksadaran yang berisi :
a. Ketidaksadaran pribadi
Yaitu daerah yang berdekatan dengan ego.  Ketidaksadaran pribadi terdiri atas bahan-bahan yang awalnya disadari, namun kemudian direpresikan atau dilupakan, atau sejak awal memang tidak begitu jelas bias di cerap kesadaran. Dengan kata lain ketidaksadaran pribadi itu terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah sadar tetapi kemudian direpresikan, disupresikan, dilupakan, diabaikan, serta pengalaman-pengalaman yang tetrlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar si pribadi.Bawah-sadar pribadi mengandung kluster-kluster pikiran bermuatan emosi (dinilai tinggi), yang disebut Jung kompleks-kompleks.Kompleks adalah ide-ide yang secara pribadi mengganggu yang dikaitkan oleh nada perasaan umum.Sebuah kompleks memiliki pengaruh yang tidak proporsional bagi perilaku manusia, dalam artian tema yang disekelilingnya kompleks diorganisasikan, muncul kembali dan kembali di hidupnya. Seorang dengan kompleks ibu contohnya, akan menghabiskan banyak waktu untuk aktifitas-aktifitas yang entah secara langsung atau simbolis berkaitan dengan ide tentang ibu. Hal yang sama juga menimpa mereka yang mengalami kompleks ayah, seks, kuasa, uang, atau jenis kompleks yang lain.
Untuk menilai daya konstelasi/kekuatan kompleks :
Ø  Observasi langsung (deduksi-deduksi analitik),
Ø  Indikator-indikator kompleks, bias berupa gangguan tingkah laku yang menunjukkan adanya kompleks, contoh keseleo lidah, melalui tes asosiasi kata),
Ø  Intensitas ungkapan emosi (reaksi emosi seseorang dapat menggambarkan daya konstelasi suatu kompleks). Misalnya : denyut jantung lebih cepat, pernafasan dalam, muka merah.
b.ketidaksadaran kolektif
ketidaksadaran kolektif adalah bagian yang paling penting dan berpengaruh dari psikhe, dan kecenderungannya yang diwariskan selalu mencari manifestasi keluar. Ketidaksadaran kolektif mencerminkan pengalaman-pengalaman kolektif yang dimiliki manusia di masa lalu evolusinya. Menurut Jung, hal itu merupakan kumpulan pengalaman nenek moyang dari jutaan tahun lalu, gema kejadian-kejadian dunia prasejarah di mana setiap abad menambahkan sejumlah kecil variasi dan perbedaan tanpa batas. Ketidaksadaran kolektif dihasilkan oleh pengalaman umum semua manusia, atau pernah dimiliki, isi bawah-sadar kolektif pada esensinya sama untuk semua orang. Komponen structural dari ketidaksadaran kolektif disebut dengan arkhetipe- arkhetipe (gambaran-gambaran primordial,dll). Arkhetipe adalah suatu bentuk pikiran (ide) universal yang mengandung unsur emosi yang besar dan merupakan sifat bawaan untuk merespon aspek-aspek tertentu didunia.Bentuk pikiran tersebut menciptakan gambaran-gambaran atau visi-visi yang dalam kehidupan sadar normal berkaitan dengan aspek-aspek tertentu dari situasi.Contoh : arkhetipe ibu menghasilkan gambaran tentang figure ibu yang kemudian diidentifikasikan dengan ibu yang sebenarnya. Asal usul arkhetipe adalah suatu deposit permanen dalam jiwa dari suatu pengalaman yang secara konstan terulang selama banyak generasi. Misalnya : matahari (dewa matahari,pemberi cahaya, dewa tertinggi), bencana alam (arkhetipe energy). Arkhetipe-arkhetipe bias saling berfusi, contoh konsep ksatria merupakan gabungan arkhetipe pahlawan dan laki-laki bijaksana.
Ketika isi dari bawah sadar kolektif tidak diakui di dalam kesadaran, mereka bermanifestasi dalam mimpi, fantasi, gambaran mental dan symbol.Karena segelintir saja orang yang dapat memahami sepenuhnya isi bawah sadar kolektif, kebanyakan orang dapat memahaminya dengan mempelajari isi mimpi dan fantasi mereka. Faktanya, menurut Jung, manusia dapat mempelajari banyak hal tentang masa depan mereka dengan mempelajari mimpi-mimpi ini karena menyimbolkan hakikat manusia yang mendasar, yang suatu hari diharapkan bias dipahami. Dalam pengertian ini, bawah sadar kolektif mengetahui lebih banyak dari yang diketahui seorang manusia, atau satu generasi manusia.Meskipun Jung menyebutkan banyak arkhetipe, namun hanya beberapa yang ditulisnya panjang lebar.Yang dimaksudkan ini adalah persona, anima, animus, shadow, dan self.
Ø  Persona (openg, kepribadian public)
Persona merupakan manifestasi psikhe keluar yang diijinkan oleh situasi-situasi unik individu. Persona adalah bagian psikhe dimana mereka dikenal orang lain. Dengan demikian, persona adalah topeng yang dipakai sang pribadi sebagai respon terhadap tuntutan kebiasaan-kebiasaan dan tradisinmasyarakat sebagai peranan yang diberikan masyarakat kepada seseorang. Apabila ego terlalu mengidentifikasi persona, maka dapat menjadi manusia tiruan belaka dan bukan manusia yang otonom. Jika pesona dinilai terlalu tinggi, ia mengorbankan komponen lain.
Ø  Anima
Adalah komponen feminim psikhe pada pria yang dihasilkan oleh pengalaman-pengalaman yang dimiliki pria terhadap wanita lewat eon-eon.Arkhetipe ini melayani dua tujuan. Pertama, ia menyebabkan pria memiliki sifat feminim. Sifat feminim ini meliputi intuisi, kehalusan budi, sentimentalitas dan dorongan kelompok. Kedua, ia menyebabkan kerangka pemahaman bagi pria untuk menghadapi wanita.
Anima juga berperan sebagai motivasi pria untuk tertarik dan memahami wanita.
Ø  Animus
Animus merupakan komponen maskulin psikhe wanita.Ia melimpahi wanita dengan sifat-sifat maskulin seperti kemandirian, agresi, kompetisi, dan petualangan serta kerangka untuk memandu cara menjalin hubungan dengan pria. Animus memberi wanita gambaran ideal seorang pria dan juga merupakan basis untuk memahami pria.
Ø  Shadow (bayang-bayang)
Shadow adalah bagian terdalam dan tergelap psikhe.Ia merupakan bagian bawah sadar kolektif yang kita warisi dari nenek moyang pra-manusia kita dan mengandung semua insting hewani. Karena shadow, kita jadi punya kecenderungan kuat untuk menjadi tidak bermoral, agresif dan penuh hasrat.
Seperti semua akhetipe yang lain, shadow juga mencari pemanifestasian keluar dan diproyeksikan ke duania secara simbolis sebagai iblis, monster atau roh jahat.ia bahkan bias diproyeksikan ke seseorang. Shadow dapat memunculkan pikiran dan perasaan yang patut dicela oleh masyarakat (konsep dosa berasal).
Ø  Self (diri)
Self/diri adalah komponen psikhe yang berusaha mengharmoniskan semua komponen lain. Ia merepresentasikan perjuangan manusia menuju kesatuan, keseluruhan, dan pengintegrasian kepribadian secara total. Ketika integrasi ini sudah tercapai, individu bias dikatakan tentsng diri saat mempertimbangkan “tujuan hidup”.Diri sebaai suatu pusat sejati karena posisinya terletak ditengah-tengah kesadaran dan ketidaksadaran.Diri merupakan tujuan hidup, suatu tujuan yang terus menerus diperjuangkan orang tetapi jarang tercapai.Gambaran paling dekat dengan diri adalah pengalaman religious.Sebelum muncul diri, komponen kepribadian lainnya harus berkembang terlebih dahuku sepenuhnya dan terindividuasi.

B.     Komponen system yang terdiri dari :
1.Fungsi jiwa :
yaitu suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teoritis tidak berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Ada 4 fungsi jiwa/pemikiran yaitu :
a.       pikiran/berfikir
Mengatakan apakah suatu objek itu.berfikir memberi nama dan kategori objek yang diindra.
b.      perasaan/merasa
Menentukan apakah objek bernilai.Berkaitan dengan rasa suka dan tidak suka terhadap objek tersebut.
c.       pendriaan
Pengamatan sadar indriah, yang sifatnya irrasional.
d.      intuisi
Menyediakan firasat tentang sesuatu ketika informasi faktualnya tidak tersedia.

Fungsi jiwa
Sifatnya
Cara kerja
1.Pikiran
2.Perasaan
3.Pendriaan
4.Intuisi
Rasional
Rasional
Irrasional
Irrasional
Benar-salah
Senang-tidak senag
Tanpa penilaian : sadar indriah
Tanpa penilaian : sadar naluriah
·      Rasional : dengan penilaian.
·      Irrasional : tidak memberikan penilaian hanya semata-mata mendapatkan pengamatan (pendriaan : pengamatan sadar indriah, intuisi : pengamatan sadar naluriah)
Keempat fungsi tersebut berpasang-pasangan:
·      pikiran-perasaan
·      pendriaan-intuisi
Jika fungsi piker menjadi superior dalam kesadaran, maka fungsi rasa menjadi inferior dalam ketidaksadaran dan kedua fungsi yang lain (pendriaan dan intuisi) menjadi fungsi bantu. Tujuan ideal kepribadian antara lain tercapainya keseimbangan keempat fungsi (manusia bulat sempurna).
2.Sikap jiwa
Sikap jiwa adalah arah pada energy psikis umum atau libido yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. Terdapat 2 sikap jiwa :
a. Ektravert
Pribadi ekstravert cenderung suka bersosialisasi, berjalan-jalan keluar dan tertarik pada manusia serta kejadian di lingkungan. Ciri-ciri lainnya antara lain :
Ø  Orientasi terutama tertuju keluar,
Ø  Pikiran perasaan serta tindakan-tindakan terutama ditentukan oleh lingkungannya,
Ø  Bersikap positive pada masyarakat : hati terbuka, mudah bergaul, hubungan dengan orang lain lancer,
Ø  Apabila terlalu kuat akan kehilangan dirinya (asing terhadap dunia subjektifnya)
b.Intravert
Pribadi Intravert cenderung tenang, imaginative dan lebih tertarik pada ide ketimbang manusia. Ciri-ciri lainnya natara lain :
Ø   Orientasi tertuju kedalam, dipengaruhi oleh dunia subjektif,
Ø   pikiran,perasaan, serta tindakan ditentukan oleh faktor-faktor subjektif,
Ø   penyesuaian diri dengan dunia luar kuarang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul, sukar berhubungan dengan orang lain,
Ø   Jika terlalu kuat individu akan lepas dari dunia objektifnya,
Ø   Apabila didalam kesadaran bertipe ekstravert maka ketidaksadaran bertipe Intravert.
Tabel Tipologi Jung
Sikap jiwa
Fungsi jiwa
Tipe kesadaran
Tipe ketidaksadaran
Ekstravert
Ekstravert
Ekstravert
Ekstravert

Intravert
Intravert
Intravert
Intravert
Pikiran
Perasaan
Pendriaan
Intuisi

Pikiran
Perasaan
Pendriaan
Intuisi
Pemikir-ekstravert
Perasa-ekstravert
Pendria-ekstravert
Intuitif-ekstravert

Pikiran- Intravert
Perasaan- Intravert
Pendriaan- Intravert
Intuisi- Intravert
Perasa- Intravert
Pemikir- Intravert
Intuitif- Intravert
Pendria- Intravert

Perasa- Ekstravert
Pemikir- Ekstravert
Intuitif- Ekstravert
Pendria- Ekstravert


Daftar Pustaka

Oison, Matthew H.& Hergenhan B.R.(2011).Pengantar Tori-teori Kepribadian.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kuncoro, M.Wahyu.(2012).Hand Out Psikologi Kepribadian 1.Yogyakarta : Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

2 comments:

Powered by Blogger.

Apakah ilmu yang ada di blog ini bermanfaat ?

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget