Thursday 10 September 2015

Dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial kita selalu berhubungan dengan orang lain. Dalam menjalani hubungan tersebut, selalu saja kita ingin tahu tentang apa saja yang dikerjakan oleh orang lain. Keingintahuan ini tidak hanya kepada orang-orang terdekat kita saja tetapi juga meliputi mereka yang ada di sekitar kita atau juga orang-orang terkenal, juga mereka-mereka yang memiliki keistimewaan yang berbeda dengan kita. Rasa ingin tahu adalah bagian dan hidup dimana kita semua merasakan.

Tetapi sulit bagi kita untuk membuat generalisasi dari tingkah laku manusia bila hanya didasarkan pada pengamatan pribadi saja. Fakta yang kita temukan belum tentu memiliki keobyektifan, karena itu diperlukan suatu metode penelitian ilmiah. Dalam hal ini psikologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya secara ilmiah dan sistematis dalam penelitiannya berusaha memberikan kejelasan tentang perilaku manusia pada umumnya. Psikologi sosial merupakan usaha sistematik untuk mempelajari perilaku sosial (social behaviour). Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi sosial, bagaimana kita bereaksi terhadap orang lain dan bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita dan secara umum bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial. Fokus utama psikolog sosial adalah pada pemahaman mengenai bagaimana dan mengapa individu berperilaku, berpikir dan memiliki perasaan tertentu dalam konteks situasi sosial. Situasi sosial dalam harini adalah kehadiran orang lain secara nyata maupun secara imajinasi. Jadi dapat didefinisikan bahwa psikologi sosial (social psychology) adalah kerangka ilmiah atau ilmu pengetahuan yang berusaha memahami asal-usul dan sebab-sebab terjadinya perilaku dan pemikiran individual dalam konteks situasi sosial (Baron & pion/wiz Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat berbagai macam proses interaksi sosial yang dibedakan dalam 3 (tiga) pola hubungan yaitu: a. Interaksi yang terjadi bila seorang individu berhubungan dengan orang lain (antar individu). Orang lain dimaksud dapat hadir secara nyata maupun berupa pilihan alternatif-alternatif saja. Misalnya ketika seseorang yang akan menghadiri acara pernikahan, memilih-milih pakaian apa yang akan dikenakan pada acara tersebut. Maka ia akan mempertimbangkan juga orang-orang lain yang akan hadir dalam acara itu baik tamu lain atau than rumah. Tamu lain atau tuan rumah itu tidak hadir secara nyata pada saat ia berpakaian. b. Interaksi yang terjadi karena hubungan individu dengan kelompok. Contoh kepemimpinan, yaitu terjadinya hubungan timbal balik antara pemimpin dengan anggota kelompok dalam sebuah organisasi. c. Interaksi yang terjadi karena hubungan antar kelompok (2 orang atau lebih) Misalnya kerjasama regional, internasional dan sebagainya. Seorang psikolog terkemuka, Gordon Allport (dalam Wibowo,2 000:1.11) dalam usaha merumuskan Psikologi Sosial sebagai ilmu pengetahuan menyatakan bahwa: "Social Psychologist regard their discipline as an attempt to understand how the thought, feeling and behaviour of individuals are influenced by the actual, imagined or implied presence of others".
Psikolog Sosial menganggap disiplin ilmunya sebagai usaha mencari pengertian tentang bagaimana pikiran, perasaan dan tingkah laku individu dipengaruhi oleh hadirnya orang-orang lain baik secara nyata maupun hanya berupa khayalan/imajinasi adanya orang lain. Dalam pernyataan di atas "actual presence of others" menunjukkan bahwa dalam kenyataannya individu dalam bertingkah laku atau melakukan tindakan-tindakannya selalu melibatkan kesadaran bahwa mereka berada dalam kelompok-kelompok sosial tertentu, menduduki jabatan tertentu dan berada dalam suatu lingkungan tertentu pula. Selanjutnya walaupun ketika kita berada seorang diri, tingkah laku kita mungkin dipengaruhi oleh kesadaran bahwa kita menjalankan peran dalam struktur sosial yang majemuk, oleh karena itu melibatkan adanya orang lain. 
Definisi Psikologi Sosial yang diberikan oleh para ahli ilmu psikologi sosial menunjukkan ruang lingkup dan ilmu ini. Beberapa definisi ini antara lain adalah sebagai berikut: 
a. WA Gerungan (2004) menyatakan bahwa psikologi sosial adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman dan tingkah laku individu sebagaimana telah dipengaruhi atau ditimbulkan oleh situasi-situasi sosial. 
b. Jones & Gerard (dalam Sarwono, 2002:3) psikologi sosial adalah sub disiplin dan psikologi, khususnya ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu-individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang sosial. 
c. David G. Myers (2012:4) psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang cara orang-orang berpikir, memengaruhi dan berelasi dengan satu dan lainnya. 
d. Brehn & Kassin (dalam Dayakisni, 2006:5) psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari cara individu berpikir, merasa dan bertingkah laku dalam latar belakang atau setting sosial. 
e. Michener & Delamater (dalam Dayakisni, 2006:7) mendefinisikan psikologi sosial sebagai studi sistematik tentang sifat alami dan sebab-sebab dari perilaku sosial manusia.

Istilah individu dalam definisi diatas menunjukkan bahwa unit analisa dari psikologi adalah lebih dititikberatkan pada individu, bukan pada masyarakat secara keseluruhan atau kebudayaan dan masyarakat tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan rangsangan-rangsangan sosial adalah hal-hal yang ada disekitar individu yaitu norma-norma, kelompok sosial dan produk-produk sosial lainnya. Myers (2012:4) meringkas tentang wilayah studi psikologi sosial yaitu:
a.       Disiplin ilmu tentang pikiran sosial yang meliputi:
• cara kita memersepsikan din kita dan orang lain.
• apa yang kita yakini. • penilaian yang kita buat.
• Sikap kita.
b.       Disiplin ilmu tentang Pengaruh Sosial yang meliputi:
• budaya
• tekanan konformitas
• persuasi
• Kelompok-kelompok manusia.
c.        Disiplin ilmu tentang Hubungan Sosial yang meliputi:
• prasangka
• agresi
• ketertarikan dan keintiman
• bantuan

Michener & Delamater (dalam Dayakisni, 2006:7) menyatakan terdapat empat fokus utama dalam psikologi sosial yaitu:
a. Pengaruh individu terhadap orang lain.
b. Pengaruh kelompok pada individu-individu anggotanya.
c. Pengaruh individu anggota-anggota (kelompok) terhadap kelompoknya sendiri.
d. Pengaruh satu kelompok terhadap kelompok yang lainnya.

Sementara Baron & Byrne (2004: 9-13) faktor-faktor yang mem-pengaruhi perilaku sosial dapat dikategorikan ke dalam lima faktor utama yaitu:
a. Aksi (tindakan) dan karakteristik dari orang-orang lain
b. Proses kognitif dasar, seperti ingatan dan penalaran yakni proses yang mendasari pikiran, keyakinan, ide dan penilaian yang tentang orang lain yang dimiliki individu
c. Variabel-variabel ekologi (lingkungan), pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung dari lingkungan fisik
d. Konteks kebudayaan dimana perilaku sosial itu terjadi

e. Aspek biologis dari warisan sifat-sifat dan genetik yang relevan dengan perilaku sosial 

2 comments:

  1. terima kasih
    tulisan anda sangat membantu.
    http://blog.binadarma.ac.id/imamsolikin

    ReplyDelete
  2. TERIMA KASIH
    MY BLOG
    MY CAMPUS

    Fatma widya ningrum Fatma.wn08@gmail.com Blog.binadarma.ac.id/ay_ranius/

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Apakah ilmu yang ada di blog ini bermanfaat ?

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget