Thursday 22 October 2015

Sebagian besar keterangan tentang cinta yang kita miliki berasal dari penelitian terhadap kelompok muda dewasa dalam masyarakat kita. Pengalaman cinta akan sangat berbeda dalam kebudayaan dan dalam masa yang berbeda. Beberapa pemikiran tentang cinta antara lain terdapat dalam hasil penelitian Zick Rubin dalam Skala Cinta Rubin (dalam Sears., 1985:262-263):
a Pertama, adalah Kasih Sayang (Attachment) yaitu merupakan perasaan membutuhkan dan mendesak yang mencerminkan ketergantungan seorang individu kepada orang lain untuk mendapatkan ganjaran yang berharga. Contohnya dinyatakan dengan "Rasanya sulit bagi saya untuk hidup tanpa dirimu".
b. Kedua, keinginan untuk memberi perhatian pada seseorang yaitu hasrat untuk mengutamakan kesejahteraan seseorang dan peka terhadap kebutuhan-kebutuhannya. Misalnya dalam pernyataan "Saya ingin melakukan segala sesuatu apapun itu untuk kebahagiaanmu".
c. Ketiga, menekankan pada rasa percaya dan pengungkapan diri. Gagasan ini berlawanan dengan Skala Rasa Suka yang berkaitan dengan keyakinan bahwa seseorang itu menyenangkan, cerdas, mudah menyesuaikan diri, memiliki pertimbangan yang baik dan sebagainya.

Dalam memberikan penilaian tentang cinta, kepercayaan dianggap kurang penting dibandingkan dengan perhatian dan kebutuhan. Sebaliknya, dalam menilai suatu persahabatan, justru kepercayaanlah yang dinilai paling penting. Komponen-komponen dalam cinta (Hatfield, dkk., dalam Dayakisni., 2006:190) adalah:
a. Komponen Kognitif, meliputi:
• Perhatian pada pasangannya.
• Mengidealisasikan pasangannya atau hubungan itu sendiri.
• Keinginan untuk mengetahui keadaan pasangannya dan sekaligus diketahui juga keadaan dirinya oleh pasangannya.

b. Komponen Emosional , meliputi;
• Ketertarikan pada pasangannya, terutama ketertarikan seksualitas.
• Perasaan positif ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik.
• Perasaan negatif ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkannya.
• Keinginan untuk membentuk satu kesatuan yang permanen dan selalu berdua. Keterbangkitan fisik (Physiological Arousal).
• Sangat menginginkan adanya timbal batik.

c. Komponen Tingkah Laku ,meliputi:
·   Tindakan-tindakan untuk menentukan perasaan pasangan.
·   Mempelajari pasangan.
·   Melayani dan menolong pasangan.

Dalam menilai apakah seseorang mencintai kita biasanya kita tidak hanya menyandarkan din kita pada kata-katanya tetapi juga pada tindakannya. Bila seseorang bersumpah bahwa dia sangat mencintai kita namun melupakan hari ulang tahun kita, selalu mencela penampilan kita dan tidak pernah mempercayai din kita, maka kita akan meragukan ketulusan hatinya. Untuk mengetahui beberapa bentuk perilaku cinta seorang peneliti bernama Swensen (1972) melakukan penelitian terhadap sekelompok orang dan berbagai kelompok usia tentang perilaku apa saja yang mereka anggap mencerminkan rasa cinta terhadap seseorang. Terdapat ragam jawaban yang dikategorikan sebagaimana di bawah ini (dalam Sears., 1985: 262-263):
• Pernyataan verbal yang penuh dengan afeksi (misalnya ucapan "aku cinta padamu").
• Pengungkapan cinta.
• Tanda-tanda cinta yang bukan dalam bentuk materi (misalnya menunjukkan rasa tertarik pada hobby atau kegiatan-kegiatan pasangannya, menghargai pendapat pasangannya, atau memberikan dukungan semangat). Berkomunikasi secara non-verbal, seperti mengucapkan rasa bahagia dengan senyuman, pandangan mata, merasa santai bila sedang bersama-sama.
• Tanda-tanda cinta yang berbentuk materi, misalnya memberikan hadiah atau bantuan untuk mengerjakan tugas.
• Ekspresi fisik sebagai tanda cinta, seperti memeluk dan mencium.
• Menunjukkan keinginan untuk menenggang rasa terhadap pasangannya dan mau berkorban agar hubungan tetap berlanjut.
Bentuk-bentuk cinta berdasarkan beberapa pendapat para ahli antara lain Laswell dan Lobsenz (1980) serta Lee (1983) antara lain (dalam Sears. dkk, 1985:263):
a. Cinta Romantik
Cinta yang ditandai oleh pengalaman-pengalaman emosional. Biasanya merupakan cinta pada pandangan pertama. Hal yang penting dalam bentuk cinta ini adalah daya tarik jasmaniah. Orang-orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini sepakat bahwa "pada sentuhan pertama-nya saya tahu bahwa cinta adalah sesuatu kemungkinan yang nyata"

b. Cinta Memiliki
Orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini merasakan pengalaman emosional yang kuat, mudah cemburu, sangat terobsesi pada orang yang dicintainya. Orang-orang yang mengalami bentuk cinta ini biasanya sangat tergantung pada orang yang dicintai, oleh karena itu is takut tersisih atau diabaikan. Keterlibatannya sangat mudah berubah dari perasaan sangat bahagia sampai rasa putus asa. Menurut mereka " Bila kekasih saya tidak memberikan perhatiannya kepada saya, maka saya akan merasa sakit" 
c. Cinta Kawan
Baik Merupakan bentuk cinta yang mengutamakan keakraban yang menyenangkan. Cinta ini biasanya tumbuh perlahan-lahan dan dimulai dari sebuah persahabatan, saling berbagi dan mengungkapkan din secara bertahap. Ciri-ciri dari bentuk cinta ini adalah sifatnya yang bijaksana, hangat dan sarat dengan rasa persaudaraan. Orang-orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini menyatakan " cinta yang terbaik adalah cinta yang tumbuh dari sebuah persahabatan".

d. Cinta Pragmatik
Menurut Lee adalah cinta yang menuntut adanya pasangan yang serasi dan hubungan yang berjalan dengan baik, kedua pihak merasa betah berada di dalamnya dan dapat saling memuaskan kebutuhan-kebutuhan dasar atau kebutuhan-kebutuhan praktis mereka. Orang yang terlibat dalam cinta pragmatik sangat logis dan banyak pertimbangan dalam menentukan pasangan yang sesuai dengan dirinya dan lebih senang mencari kepuasan daripada kegembiraan. Menurut mereka "Anda perlu merencanakan kehidupan Anda secara seksama sebelum memilih seorang kekasih"

e. Cinta Altruistik
Ciri utama dari cinta ini adalah adanya perhatian, keinginan untuk selalu memberikan sesuatu dan selalu siap memaafkan kesalahan pasangannya. Cinta diartikan sebagai suatu tugas yang harus dilakukan tanpa pamrih. Bentuk cinta ini diungkapkan melalui pengorbanan diri, kesabaran dan rasa percaya terhadap orang yang dicintai. Menurut mereka " saya mencoba menggunakan kekuatan saya sendiri untuk membantu kekasih saya melewati masa-masa sulitnya, bahkan pada saat dia bertindak bodoh"

f. Cinta Main-main
Orang dapat memperlakukan cinta seperti memainkan sesuatu, untuk menikmati "permainan cinta" dan memenangkannya. Dalam bentuk cinta ini yang paling penting adalah strategi dan ketertarikan biasanya dihindari. Orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini biasanya memiliki lebih dari satu hubungan cinta pada satu saat. Tidak ada hubungan yang mampu bertahan lama, biasanya akan berakhir bila pasangan mulai bosan atau menjadi terlalu serius. Menurut mereka "bagian yang menyenangkan dan cinta adalah menguji kemampuan seseorang untuk menjaga agar hubungan itu berjalan terus dan orang sekaligus mendapatkan apa yang diinginkannya"


Rasa cemburu muncul bila orang menganggap pasangannya tertarik pada orang lain. Misalnya bila seorang suami menemukan bahwa istrinya telah terlibat dalam hubungan dengan pria lain (berselingkuh). Cemburu merupakan campuran dari rasa takut dan marah karena adanya ancaman terhadap harga din seseorang dan terhadap hubungan itu sendiri. Menurut Berscheid (dalam Sears., 1985:266) rasa cemburu akan semakin memuncak bila seseorang sangat tergantung pada pasangannya dan bila seseorang menganggap ancaman itu sebagai ancaman yang serius. Meskipun penelitian empiris terhadap rasa cemburu belum banyak dilakukan ada beberapa bukti yang menunjukkan kaitan erat antara rasa cemburu baik dengan ketergantungan maupun rasa tidak aman. 

2 comments:

  1. Kalau cinta yang di paksakan seperti menggunakan semacam Minyak Pelet Birahi lalu kita tidak sadar dengan hal tersebut lalu bagaimana?

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Apakah ilmu yang ada di blog ini bermanfaat ?

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget